Jumat, 11 April 2014

Human Socialities: Socialization, Social Interaction, and Social Mobility

SOCIALIZATION

Pengertian sosialisasi secara umum dapat diartikan sebagai proses belajar individu untuk mengenal dan menghayati norma-norma serta nilai-nilai sosial sehingga terjadi pembentukan sikap untuk berperilaku sesuai dengan tuntutan atau perilaku masyarakatnya.
Proses pembelajaran berlangsung secara bertahap, perlahan tapi pasti dan berkesinambungan. Pada awalnya, proses itu berlangsung dalam lingkungan keluarga, kemudian berlanjut pada lingkungan sekitarnya, yaitu lingkungan tetangga, kampung, kota, hingga lingkungan negara dan dunia. Di samping itu, individu mengalami proses enkulturasi (pembudayaan), yaitu individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran dan sikapnya dengan adat istiadat, sistem norma, dan peraturan yang berlaku dalam kebudayaan masyarakatnya.
Manusia lahir ke dunia sebagai bayi yang penuh dengan segala macam kebutuhan fisik. Kemudian ia menjadi seorang manusia dengan seperangkat nilai dan sikap, kesukaan dan ketidaksukaan, tujuan serta maksud, pola reaksi dan konsep yang mendalam, serta konsisten dengan dirinya. Setiap orang memperoleh semua itu melalui suatu proses belajar yang kita sebut sebagai sosialisasi, yakni proses belajar yang mengubahnya menjadi seorang pribadi yang manusiawi. Sosialisasi adalah suatu proses di mana seseorang menghayati (internalize) norma-norma kelompok di mana ia hidup sehingga timbullah ‘diri’ yang unik. Definisi sosialisasi ialah proses mempelajari kebiasaan dan tata kelakuan untuk menjadi suatu bagian dari suatu masyarakat, sebagian adalah proses mempelajari peran.
Pengertian sosialisasi menurut para ahli:
1. Soerjono Soekanto
Sosialisasi adalah proses sosial tempat seorang individu mendapatkan pembentukan sikap untuk berperilaku yang sesuai dengan perilaku orang-orang di sekitarnya.
2. Peter L. Berger
Sosialisasi ialah proses pada seorang anak yang sedang belajar menjadi anggota masyarakat. Adapun yang dipelajarinya ialah peranan pola hidup dalam masyarakat yang sesuai dengan nilai dan norma-norma maupun kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat.
3. Charlotte Buhler
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri terhadap bagaimana cara hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya, agar ia dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya.
4. Koentjaraningrat
Sosialisasi adalah seluruh proses di mana seorang individu sejak masa kanak-kanak sampai dewasa, berkembang, berhubungan, mengenal, dan menyesuaikan diri dengan individu-individu lain yang hidup dalam masyarakat sekitarnya.
5. Irvin L. Child
Sosialisasi adalah segenap proses yang menuntut individu mengembangkan potensi tingkah laku aktualnya yang diyakini kebenarannya dan telah menjadi kebiasaan serta sesuai dengan standar dari kelompoknya.
6. Kamus Besar Bahasa Indonesia
Sosialisasi artinya suatu proses belajar seorang anggota masyarakat untuk mengenal dan menghayati kebudayaan masyarakat di lingkungannya.
7. Bruce J. Cohen
Sosialisasi adalah proses-proses manusia mempelajari tata cara kehidupan dalam masyarakat untuk memperoleh kepribadian dan membangun kapasitasnya agar berfungsi dengan baik sebagai individu maupun sebagai anggota.
8. Paul B. Horton
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
9. Prof. Dr. Nasution, S.H.
Sosialisasi adalah proses membimbing individu ke dalam dunia sosial (sebagai warga masyarakat yang dewasa).
10. Sukandar Wiraatmaja
Sosialisasi adalah proses belajar mulai bayi untuk mengenal dan memperoleh sikap, pengertian, gagasan dan pola tingkah laku yang disetujui oleh masyarakat.
11. Jack Levin dan James L. Spates
Sosialisasi adalah proses pewarisan dan pelembagaan kebudayaan ke dalam kepribadian individu.
12. John C. Macionis
Sosialisasi adalah pengalaman sosial seumur hidup di mana individu dapat mengembangkan potensinya dan mempelajari pola-pola kehidupan

Berdasarkan pengertian sosialisasi yang dikemukakan di atas, dapat ditarik beberapa kesimpulan berikut.
·                     Sosialisasi ditempuh seorang individu melalui proses belajar untuk memahami, menghayati, menyesuaikan, dan melaksanakan suatu tindakan sosial yang sesuai dengan pola perilaku masyarakatnya.
·                     Sosialisasi ditempuh seorang individu secara bertahap dan berkesinambungan, sejak ia dilahirkan hingga akhir hayatnya.
·                     Sosialisasi erat sekali kaitannya dengan enkulturasi atau proses pembudayaan, yaitu suatu proses belajar seorang individu untuk belajar mengenal, menghayati, dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya terhadap sistem adat dan norma, serta semua peraturan dan pendirian yang hidup dalam lingkungan kebudayaan masyarakatnya

PROSES SOSIALISASI

Penyesuaian diri berlangsung secara berangsur-angsur. Menurut George Herbet Mead bahwa sosialisasi merupakan teori mengenai peranan. Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu. Berikut merupakan tahapan seseorang mengalami proses sosialisasi :

1. Tahap Persiapan (Preparatory Stage)
Dimulai sejak manusia dilahirkan. Pada tahap ini, anak pertama kali mengenal nilai dan norma dari orang-orang yang ada di sekitarnyaa.Contoh : kata ‘makan’ sering diungkapkan kedua orang tua kepada anaknya dengan kata mam’, sehingga kata ‘mam’ itu lebih melekat di diri anak daripada kata ‘makan’.

2. Tahap Meniru (Play Stage)
Pada tahap ini, anak sudah mulai meniru peranan yang dijalankan orang lain. Mereka mengetahui beberapa peranan yang harus ia lakukan dan yang orang lain lakukan.

3. Tahap Siap Bertindak (Game Stage)
Peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran.Pada tahap ini, anak sudah dianggap mulai mampu untuk menjalankan peran yang harusnya dibawakan oleh orang lain. Karena mereka sudah menyadari bahwa ada norma tertentu yang berlaku diluar keluarganya.

4. Tahap Penerimaan Norma Kolektif (Generalized Stage)
Pada tahap ini, anak sudah dapat menjalankan peran orang lain. Seseorang telah dianggap dewasa.C. AGEN (PELAKU).

AGEN SOSIALISASI

Agen sosialisasi adalah pihak-pihak yang melakukan sosialisasi. Agen sosialisasi itu antara lain adalah :

1. Keluarga (Kinship)Keluarga adalah sebuah lingkungan yang pertama bagi anak dalam bersosialisasi. Karena anak pertama kali tumbuh dilingkungan kecil, yaitu keluarga. Maka setiap tindak tanduk keluarga lah yang akan pertama kali di tiru oleh anak.



Gambar 1. Family
2. Teman Bermain: Teman bermain terdiri atas sekelompok individu yang mempunyai usia relative sama dan melakukan interaksi secara bersama-sama. Tujuan umumnya adalah bersifat rekreatif. Sosialisasi dalam kelompok bermain dilakukan dengan cara mempelajari pola interaksi dengan orang-orang yang sederajat dengan dirinya karena sebaya.


Gambar 2. Teman bermain

3. Lingkungan Sekolah : Sekolah adalah media sosialisasi yang bersifat formal. Sekolah meripakan
 sebuah lembaga yang bertanggung jawab menyamapikan ilmu pengetahuan dan tata tertib kehidupan kepada masyarakat melalui peserta didik. Menurut Dreeben beberapa aspek yang diterima anak di sekolah adalah kemandirian, prestasi, universalisme, dan kekhasan.


Gambar3.Lingkungan Sekolah





Gambar4.Lingkungan kerja


4. Lingkungan Kerja :Pengaruh dari lingkungan kerja biasanya akan diendapkan dalam diri seseorang dan sukar sekali untuk mengubahnya, apalagi kalau sudah sangat lama bekerja ditempat tersebut.
  












5. Media Massa Media massa diidentifikasikan sebagai media sosialisasi yang sangat berpengaruh kepada perilaku masyarakat, baik ke arah positif maupun negative, terdiri dari media cetak dan media elektronik. Contoh : televisi, radio, Koran, internet, dsb. Besarnya pengaruh media massa bergantung pada kualitas dan frekuensi pesan yang disampaikan.
  
Gambar 5 Media masa
6. Agen-agen lain : Selain oleh agen-agen yang disebut diatas sosialisasi juga dilakukan oleh agen-agen lain seperti institusi agama, organisasi rekreasional, dsb. Agen-agen tersebut adalah semua yang membantu seseorang membentuk pandangannya sendiri tentang dunianya dan membuat persepsi mengenai tindakan-tindakan yang pantas dan tidak pantas dilakukan.





D. FAKTOR PENGHAMBAT SOSIALISASI

1. Bahasa, kesulitan dalam berbahasa dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti bicara gagap, cacat, karakter pendiam, dan kurang menguasai materi pembicaraan.


2. Cara bergaul, beberapa hambatan dalam bergaul adalah adanya perbedaan golongan, status, pendidikan, dan kondisi sosial ekonomi.


E. JENIS SOSIALISASI

Peter L. Berger dan Luckmann membagi sosialisasi menjadi dua jenis, yaitu :

1. Sosialisasi Primer, adalah suatu proses sosialisasi dimana individu mulai mengenal lingkungan sosialnya. Sosialisasi ini terjadi ketika seorang individu berumr 0-4 tahun. Biasanya, apa yang diserap anak pada masa itu akan menjadi kepribadiannya setelah dewasa nanti.

2. Sosialisasi Sekunder, adalah cerminan dari sosialisasi primer. Artinya, sosialisasi ini terjadi setelah sosialisasi primer berlangsung. Bentuk-bentuknya adalah resosialisasi (seseorang diberi suatu identitas diri yang baru) dan desosialisasi (seseorang mengalami pencabutan identitas diri yang lama).Dalam lingkungan keluarga dikenal dua macam sosialisasi, yaitu :1. Sosialisasi Represif, adalah sosialisasi yang menekankan pada penggunaan hukuman jika terjadi kesalahan.Contoh : adanya hukuman membersihkan wc rumah bagi anak yang bangun siang.Ciri-ciri :-menghukum perilaku yang salah-komunikasi menggunakan perintah-sosialisasi berpusat pada orang tua-anak akan memerhatikan harapan orang tua-komunikasi non verbal2. Sosialisasi Partisipasif, adalah sosialisasi dengan cara memberikan apa yang diminta anak dengan catatan anak tersebut berperilaku baik.Contoh : anak akan dibelikan mainan mobil-mobilan jika ia belajar dengan baik.Ciri-ciri :-memberikan imbalan bagi yang berperilaku baik-hukuman dan imbalan yang diberikan bersifat simbolis-komunikasi sebagai interaksi-sosialisasi berpusat pada orang tua-komunikasi verbal

 SOCIAL INTERACTION

 Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut hubungan antarindividu, individu (seseorang) dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Tanpa adanya interkasi sosial maka tidak akan mungkin ada kehidupan bersama. Proses sosial adalah suatu interaksi atau hubungan timbal balik atau saling mempengaruhi antar manusia yang berlangsung sepanjang hidupnya didalam amasyarakat. Menurut Soerjono Soekanto, proses sosial diartikan sebagai cara-cara berhubungan yang dapat dilihat jika individu dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu serta menentukan sistem dan bentuk hubungan sosial.

Pengertian Interaksi Sosial
Homans ( dalam Ali, 2004: 87) mendefinisikan interaksi sebagai suatu kejadian ketika suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang terhadap individu lain diberi ganjaran atau hukuman dengan menggunakan suatu tindakan oleh individu lain yang menjadi pasangannya.
Konsep yang dikemukakan oleh Homans ini mengandung pengertian bahwa interaksi adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang dalam interaksi merupakan suatu stimulus bagi tindakan individu lain yang menjadi pasangannya.
Sedangkan menurut Shaw, interaksi sosial adalah suatu pertukaran antarpribadi yang masing- masing orang menunjukkan perilakunya satu sama lain dalam kehadiran mereka, dan masing- masing perilaku mempengaruhi satu sama lain. Hal senada juga dikemukan oleh Thibaut dan Kelley bahwa interaksi sosial sebagai peristiwa saling mempengaruhi satu sama lain ketika dua orang atau lebih hadir bersama, mereka menciptakan suatu hasil satu sam lain atau berkomunikasi satu sama lain. Jadi dalam kasus interaksi, tindakan setiap orang bertujuan untuk mempengaruhi individu lain.
Pengertian Interaksi sosial menurut Bonner ( dalam Ali, 2004) merupakan suatu hubungan antara dua orang atau lebih individu, dimana kelakuan individu mempengaruhi, mengubah atau mempengaruhi individu lain atau sebaliknya.
Pengertian Interkasi sosial menurut beberapa ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa, interaksi adalah hubungan timbal balik anatara dua orang atau lebih, dan masing-masing orang yang terlibat di dalamnya memainkan peran secara aktif. Dalam interaksi juga lebih dari sekedar terjadi hubungan antara pihak- pihak yang terlibat melainkan terjadi saling mempengaruhi.


Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Syarat terjadinya interaksi sosial terdiri atas kontak sosial dan komunikasi sosial. Kontak sosial tidak hanya dengan bersentuhan fisik. Dengan perkembangan tehnologi manusia dapat berhubungan tanpa bersentuhan, misalnya melalui telepon, telegrap dan lain-lain. Komunikasi dapat diartikan jika seseorang dapat memberi arti pada perilaku orang lain atau perasaan-perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut.


Sumber-Sumber Interaksi Sosial

Proses interaksi sosial yang terjadi dalam masyarakat bersumber dari faktor imitasi, sugesti, simpati, identifikasi dan empati.
1.      Imitasi merupakan suatu tindakan sosial seseorang untuk meniru sikap, tindakan, atau tingkah laku dan penampilan fisik seseorang.
2.      Sugesti merupakan rangsangan, pengaruh, atau stimulus yang diberikan seseorang kepada orang lain sehingga ia melaksanakan apa yang disugestikan tanpa berfikir rasional.
3.      Simpati merupakan suatu sikap seseorang yang merasa tertarik kepada orang lain karena penampilan,kebijaksanaan atau pola pikirnya sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh orang yang menaruh simpati.
4.      Identifikasi merupakan keinginan sama atau identik bahkan serupa dengan orang lain yang ditiru (idolanya)
5.       Empati merupakan proses ikut serta merasakan sesuatu yang dialami oleh orang lain. Proses empati biasanya ikut serta merasakan penderitaan orang lain.
Jika proses interaksi sosial tidak terjadi secara maksimal akan menyebabkan terjadinya kehidupan yang terasing. Faktor yang menyebabkan kehidupan terasing misalnya sengaja dikucilkan dari lingkungannya, mengalami cacat, pengaruh perbedaan ras dan perbedaan budaya.
Demikian ulasan tentang interaksi sosial, baik pengertian interaksi sosial, sumber interaksi sosial, dan syarat interaksi sosial, mudah-mudahan dapat membantu.

SOCIAL MOBILITY


MOBILITAS SOSIAL
pengertian mobilitas adalah
pergerakan atau perpindahan, sedangkan sosial adalah masyarakat.
jadi mobilitas sosial adalah suatu proses pergerakan naik(social climbing) atau turunnya(social sinking) status seseorang atau kelompok masyarakat.
menurut HORTON, mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan dari suatu kelas sosial ke kelas sosial lainnya.
dengan demikian MOBILITAS SOSIAL hanya terjadi pada kelas sistem stratifikasi sosial yg terbuka tidak menganut sistem stratifikasi tertutup atau kasta.
mobilitas sosial ada 3:

        1. mobilitas sosial vertikal

mobilitas sosial vertikal yaitu, mobilitas sosial yg terjadi antara kelas sosial bawah dan kelas sosial atas.


mobilitas vertikal ada 2 yaitu;
                a. social climbing : pergerakan naiknya status seseorang atau kelompok sosial.
        bentuknya: 1. naiknya orang yg berstatus rendah ke kelas yg status sosialnya tinggi.
                           2. terbentuknya kelas sosial baru yg menempati atau menggeser kelas sosial
                                tertinggi yg ada didalam kelompol tsb.
        penyebabnya:1. melakukan prestasi kerja.
                               2. menggantikan kedudukan yg kosong akibat proses peralihan generasi.
               b. social sinking:
                    pergerakan turunnya status seseorang atau kelompok sosial.
         bentuknya:1. turunnya kedudukan seseorang ke kedudukan yg lebi rendah.
                           2. tidak dihargainya lagi suatu kedudukan sebagai lapisan sosial atas.
        penyebabnya: 1. berhalangan tetap atau sementara, misal sakit atau cacat tubuh
                           2. memasuki masa pensiun
                          3. berbuat kesalahan fatal sehingga diturunkan/dipecat dari kelas sosial yang                tinggi.

   2.  mobilitas sosial horizontal:

         perpindhan status seseorang atau kelompok orang dalam lapisan yg sama.
         ciri utama dalam mobilitas sosial horizontal adalah tidak ada perpindahan lapisan sosial.
             bentuknya: 1. mobilitas antar wilayah.
                            meliputi transmigrasi, commuter, sirkuler(bagi yg ngekost), emigrasi, imigrasi,
                             ruraliasi, urbanisasi.
                              2. mobilitas antar generasi
                                  ada 2 bentuk antar generasi yaitu,
                                         a. mobilitas intra generasi: perpindahan status yg terjadi dalam beberapa generasi.
                                         b. mobilitas inter generasi: perpindahan status yg terjadi dalam beberapa generasi.

  3. mobilitas sosial diagonal:


perpindahan yg dialami seseorang atau kelompok yg mengalami perpinahan tempat dan status sosial.
bentuknya: 
1. mobilitas sosial diagonal ke atas: perpindahannya statusnya naik, tempatnya sama
2. mobilitas sosial diagonal ke bawah: perpindahan statusnya turun, tempatnya pindah.

FAKTOR PENDORONG MOBILITAS

             1. Faktor struktural
                  a. struktur pekerjaan
                  b. perbedaan fertilitas
                  c. transisi perekonomian
            2. faktor individu
                  a. perbedaan kemampuan
                  b. orientasi sikap terhadap mobilitas
                  c. faktor kemujuran
           3. status sosial
           4. keadaan ekonomi
           5. situasi politik
           6. demografi(kependudukan)
           7. keinginan melihat daerah lain


FAKTOR PENGHAMBAT MOBILITAS

            1. kemiskinan
            2. diskriminasi kelas
            3. perbedaan ras dan agama
            4. perbedaan gender
            5. faktor pengaruh sosialisasi yg kuat
            6. perbedaan kepentingan

CARA MELAKUKAN MOBILITAS

           1. cara umum:
                      a. askripsi: cara memperoleh kedudukan dg keturunan
                      b. prestasi: cara memperoleh kedudukan dg usaha
          2. cara khusus:
                     a. perubahan nama
                     b. perubahan tempat tinggal
                     c. perubahan tingkah laku
                     d. perubahan standar hidup
                     e. bergabung dg organuisasi tertentu


 SALURAN MOBILITAS

          1. lembaga pemerintahan dan militer
          2. pendidikan
          3. organisasi politik
          4. lembaga keagamaan
          5. organisasi ekonomi
          6. organisasi profesi
          7. perkawinan
          8. organisasi keolahragaan

DAMPAK MOBILITAS

                 1. DAMPAK POSITIF:
                       a. mendorong seseorang lebih maju
                       b. meningkatkan integrasi
                       c. mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah yg lebih baik
                 2. DAMPAK NEGATIF:
                       a. menimbulkan konflik:
                                 A. konflik antar kelas
                                 B. konflik antar kelompok sosial
                                 C. konflik antar generasi
                      b. berkurangnya solidaritas kelompok
                      c. timbulnya gangguan psikologis




Sumber:

  1.Soekanto, Soerjono. 1982. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
  2.Setyono, Budhi. 2011. Bahas Total Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Ekonomi, Geografi, dan Sosiologi SMA kelas X IPA. Jakarta Selatan: KAWAHmedia.
  3.Mulyadi, Yad. 2012. Panduan Sosiologi SMA Kelas X. Jakarta Timur: Yudhistira.
  4.Tim MGMP Kota Denpasar. 2012. TUNTAS (Tuntunan Ke Universitas) Sosiologi untuk SMA / MA Kelas X. Denpasar: Graha Pustaka.

 Diunduh 11 April 2014 


Selasa, 08 April 2014

Human Organizations: Groups, Families, Communities, Cities, and States


Groups

Gambar1.Group



Group : sejumlah orang dengan norma-norma , nilai-nilaiyang sama , dan harapan berinteraksi secara teratur 







– Primary group    :  Kelompok kecil dan intim dimana anggota kelompok saling mengenal satu sama lain
Secondary group : Bersifat formal  sebagai kelompok-kelompok yang besar, yang terdiri dari banyak orang antara siapa hubungannya tidak perlu berdasarkan kenal mengenal secara pribadi dan sifatnjya tidak begitu langgeng.

tabel 1. Comparison of Primary and Secondary Group

Types of Groups :

–     In-groups   : any groups or categories  to which people feel they belong
–     Out-groups : any groups or categories to which people feel they do not belong
–     Reference group: any group that individuals use as standard for evaluating their own
      behavior.  

 Some examples of types of groups include the following:


– Primary group     Kelompok kecil dan intim dimana anggota kelompok saling mengenal satu sama lain
– Secondary group : Bersifat formal  sebagai kelompok-kelompok yang besar, yang terdiri dari banyak orang antara siapa hubungannya tidak perlu berdasarkan kenal mengenal secara pribadi dan sifatnjya tidak begitu langgeng.


Comparison of Primary and Secondary Groups

Types of Groups :
–     In-groups   : kelompok social yang mengindentifikasikan dirinya, sifatnya berdasarkan factor simpati
–     Out-groups Kelompok social sebagai lawan dari in-group
–     Reference group: kelompok dimana individu digunakan sebagai standar untuk mengevaluasi mereka sendiri.  
Some examples of types of groups include the following:
 Peer group
 Sebuah kelompok sebaya adalah kelompok dengan anggota sekitar usia yang sama , status sosial , dan kepentingan . Umumnya, orang yang relatif sama dalam hal kekuasaan ketika mereka berinteraksi dengan teman sebaya

Clique
Sekelompok orang yang memiliki kepentingan yang sama & sering ditemukan dalam peraturan SMA / Sekolah Tinggi ; sebagian besar waktu mereka memiliki nama & aturan untuk diri mereka sendiri .

Club  
Klub adalah kelompok, yang biasanya mengharuskan seseorang untuk mengajukan permohonan untuk menjadi anggota . Klub tersebut dapat didedikasikan untuk kegiatan tertentu : olahraga klub , misalnya.

Cabal(komplotan rahasia)
 Sekelompok orang yang tergabung dalam beberapa desain berdekatan, biasanya untuk mempromosikan pandangan pribadi mereka atau kepentingan dalam gereja , negara , atau masyarakat lainnya , seringkali dengan intrik

 Household (rumah tangga)
  Semua individu yang tinggal di rumah yang sama . Budaya Anglophone dapat mencakup berbagai model rumah tangga , termasuk keluarga , keluarga campuran , perumahan saham, dan rumah kelompok .

Masyarakat
Sebuah komunitas adalah sekelompok orang dengan kesamaan atau kadang-kadang jaring kompleks tumpang tindih kesamaan , sering - tetapi tidak selalu - dalam jarak satu sama lain dengan beberapa tingkat kontinuitas dari waktu ke waktu .

Franchise( Hak)
  Sebuah organisasi yang menjalankan beberapa contoh dari bisnis di banyak lokasi .

Gang
  Sebuah geng biasanya kelompok urban yang mengumpulkan di daerah tertentu . Ini adalah sekelompok orang yang sering nongkrong di sekitar satu sama lain . Mereka bisa seperti beberapa klub , tapi lebih sedikit formal. Mereka biasanya dikenal di banyak negara untuk menimbulkan keresahan sosial dan juga memiliki pengaruh negatif terhadap anggota dan mungkin menjadi sasaran bagi penegak hukum dalam hal terjadi social.

Mob(Massa)
  Massa biasanya sekelompok orang yang telah mengambil hukum ke tangan mereka sendiri. Massa biasanya kelompok yang berkumpul sementara untuk alasan tertentu.

 Squad(Regu)
  Ini biasanya sebuah kelompok kecil, sekitar 3 sampai 15 orang, yang bekerja sebagai sebuah tim untuk mencapai tujuan mereka.

 Dyad( Angka dua )
  Ini adalah kelompok sosial dengan dua anggota. Interaksi sosial di angka dua yang biasanya lebih intens daripada di kelompok yang lebih besar karena anggota tidak berbagi perhatian lain dengan orang lain.
  
Triad(Tiga serangkai )
  Ini adalah kelompok sosial dengan tiga anggota, yang berisi tiga hubungan, masing-masing menyatukan dua dari tiga orang. Sebuah triad lebih stabil daripada angka dua karena satu anggota dapat bertindak sebagai mediator harus hubungan antara dua lainnya menjadi tegang.

 Tim

  Mirip dengan skuad, meskipun tim mungkin berisi lebih banyak anggota. Sebuah tim bekerja dengan cara yang mirip dengan skuad.


Images 2.Family

Families


Family: orang yang berhubungan darah, pernikahan, atau lainnya disepakati hubungan, atau adopsi yang berbagi tanggung jawab utama untuk reproduksi dan merawat anggota masyarakat.

–     Nuclear Family:  iinti di mana kelompok-kelompok keluarga yang lebih besar dibangun. .
–     Extended Family:  keluarga di mana kerabat tinggal di rumah yang sama dengan orang tua dan anak-anak mereka

Forms of family

Ada dua macam pandangan keluarga bagaimana keputusan dibuat, berdasarkan lokasi dan berdasarkan pola otoritas.


1. Based on the location

Adat Indigenous : yang merupakan adat yang menentukan bahwa suami dan istri diwajibkan untuk menetap di sekitar pusat kediaman kerabat suami.

Adat Uxurilokal : yang merupakan adat yang menentukan bahwa pasangan yang menikah harus tinggal di sekitar kediaman kerabat istri.

Utrolokal Adat: yang merupakan adat yang memberikan kebebasan kepada pasangan suami-istri untuk memilih tempat tinggal, baik itu di sekitar kediaman kerabat suami atau sekitar kediaman kerabat istri.

Virilokal Adat: yang merupakan adat yang menentukan bahwa suami dan istri diwajibkan untuk menetap di sekitar pusat kediaman kerabat suami

Uxurilokal Adat: yang merupakan adat yang menentukan bahwa pasangan yang menikah harus tinggal di sekitar kediaman kerabat istri. 

Bilokal Adat: yang merupakan adat yang menentukan bahwa pasangan yang menikah dapat hidup di keluarga suami di sekitar pusat kediaman pada waktu tertentu, dan di sekitar pusat kediaman kerabat istri pada waktu tertentu pula (alternatif)

Neolokal Adat: yang merupakan adat yang menentukan bahwa pasangan yang sudah menikah dapat menempati tempat yang baru, dalam arti kata tidak dikelompokkan dengan kerabat suami dan istri. 

Avunkulokal Adat: yang merupakan adat yang membutuhkan pasangan yang menikah untuk menetap di sekitar kediaman saudara ibu (avunculus) dari suami.

Natalokal Adat : yang merupakan adat yang menentukan bahwa suami dan istri masing-masing hidup terpisah, dan masing-masing dari mereka juga tinggal di sekitar pusat kerabat sendiri.

 2. Berdasarkan pola otoritas 

Patriarki: otoritas dalam keluarga yang dimiliki oleh laki-laki (laki-laki tertua, biasanya ayah)
Matriarkal: yang merupakan otoritas dalam keluarga dimiliki oleh perempuan (perempuan tertua, sebagian besar ibu-ibu)
Ekualitarian: suami dan istri berbagi otoritas sama.

Fungsi Keluarga 

-Fungsi Pendidikan: dilihat dari bagaimana mendidik keluarga dan menyekolahkan anak-anak mereka untuk mempersiapkan dewasa dan anak-anak di masa depan.

-Fungsi sosialisasi: pandangan anak tentang bagaimana keluarga mempersiapkan anak-anak untuk menjadi anggota yang baik dari masyarakat.

-Perlindungan fungsi : melindungi pandangan tentang bagaimana keluarga anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.

Perasaan fungsi : bagaimana keluarga terlihat instuitif perasaan dan suasana anak dan anggota lain untuk berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.

Fungsi Sikap religius: tentang bagaimana memperkenalkan keluarga dan mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala keluarga untuk menanamkan kepercayaan yang mengatur hidup dan kehidupan setelah dunia.

Fungsi Ekonomi: dilihat dari bagaimana kepala keluarga mendapatkan uang, mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi kebutuhan keluarga.

Fungsi rekreasi: dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga, seperti menonton acara TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dan lain-lain fungsi biologis bagaimana pandangan keluarga sebagai keturunan generasi berikutnya terus berlanjut. Memberikan cinta, perhatian, dan rasa aman dalam keluarga, serta mendorong pematangan anggota keluarga kepribadian

Communities
 


Images 3.Comunity
Community
Masyarakat dapat merujuk ke unit sosial biasanya  unit kecil dari berbagai ukuran yang berbagi nilai-nilai umum

Tipe Komunitas
-Komunitas Masyarakat Pusat  menghadapi Masalah perkotaan
§  Kejahatan
§  Polusi
§  Sekolah? Pendidikan
§  Transportasi

Asset-Based Community Development (ABCD)

Pemimpin membuat kebijakan , dan pendukung mengidentifikasi kekuatan masyarakat dan kemudian berusaha untuk memobilisasi aset tersebut

Suburbs

o Setiap komunitas dekat kota besar
o Tiga faktor sosial membedakan pinggiran kota dari kota-kota
§ Kurang padat daripada kota-kota
§ ruang pribadi
§ kode bangunan lainnya menuntut
o Ekspansi Suburban
§ suburbanization tren penduduk yang paling dramatis di AS selama abad ke-20
o Keanekaragaman di pinggiran kota
§ Pinggiran mengandung sejumlah besar masyarakat berpenghasilan rendah dari semua latar belakang
      Masyarakat pedesaan

o Satu - keempat penduduk tinggal di kota-kota dari 2.500 orang atau kurang yang tidak berdekatan dengan kota
o Pertanian hanya menyumbang 9 % dari tenaga kerja di negara non - perkotaan

Cities and States

Sebuah negara adalah masyarakat dengan, pemerintah pusat formal, dan pembagian masyarakat ke dalam kelas. Sebuah negara mengontrol wilayah daerah tertentu. Negara awal memiliki ekonomi pertanian produktif, mendukung populasi padat. Seringkali populasi tersebut nukleasi di kota-kota.
Ekonomi pertanian biasanya melibatkan beberapa bentuk kontrol air atau irigasi.
Negara awal menggunakan upeti dan pajak menumpuk, di tempat pusat, sumber daya yang dibutuhkan untuk mendukung ratusan, atau ribuan, spesialis.
Negara-negara dikelompokkan ke dalam kelas sosial (misalnya, elit, rakyat jelata, dan budak).
Negara awal telah memaksakan bangunan publik dan arsitektur, termasuk kuil, istana, dan gudang. Negara awal mengembangkan beberapa bentuk Sistem pencatatan, biasanya dalam naskah tertulis.







Sumber :
Diunduh 8 April 2014
Soekanto,Soerjono.2007. Sosiologi Suatu pengantar,Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada
http://binusmaya.binus.ac.id/

http://en.wikipedia.org/