Rabu, 11 Juni 2014

Collective Behavior and Social Movement

Collective Behavior

Perilaku di pasar di tuntun oleh institusi di bidang ekonomi; perilaku di bidang ibadah di tuntunoleh institusi di bidang agama; perilaku di kotak suara atau mimbar organisasi politik di pengaruhiinstitusi politik; perilaku di ruang kuliah mengacu pada institusi di bidang pendidikan; perilaku upacarapenyerahan maskawin dituntun oleh institusi di bidang keluarga.Namun dalam kenyataan kita kadang kala dapat melihat bahwa sejumlah warga masyarakat secaraberkelompok ataupun kerumunan menampilkan prilaku yang tidak berpedoman pada institusi yang ada.Dalam sosiologi perilaku demikian dinamakan perilaku kolektif (collective behavior). Dari beberapadefinisi ( Horton & hunt,1984; kornblum,1988; Light, Keller & Calhoun, 1989 ) dapat disimpulkan bahwa prilaku kolektif merupakan prilaku bersifat :

1.Dilakukan bersama oleh sejumlah orang.
2.Tidak bersifat rutin.
3.Merupakan tanggapan terhadap rangsangan tertentu

Perilaku kolektif merupakan prilaku menyimpang, namun berbeda dengan prilaku menyimpang.Perilaku kolektif merupakan tindakan bersama oleh sejumlah besarorang; bukan tindakan prilaku individu semata-mata. Bilamana seseorang melakukan pencurian di suatusupermarket, maka kita biasa nya berbicara mengenai prilaku menyimpang; namun bila sejumlah besarorang secara bersama-sama menyerbu took,toko dan pusat-pusat perdagangan untuk melakukanpencurian atau penjarahan ( sebagaimana missal nya terjadi di kota New York pada tahun 1977 sewaktulistrik di seluruh kota mendadakan padam, di kota Los Angles pada tahun 1992 sebagai reaksi terhadapkeputusan juri dalam kasus penganiayaan yang di nilai tidak adil, disejumlah kota di Jawa pada tahun1963 yang di kenal sebagai Peristiwa 10 Mei, dan di berbagai kota di Indonesia pada tahun 1998 dan1999 ), ini adalah salah satu contoh prilaku kolektif.


FAKTOR PENYEBAB PRILAKU KERUMAN : TEORI LE BON

Menurut Le Bon kerumunan hanya ampuh dalam melakukan penghancuran, pemerintah secarbiadab, dan tidak mampu mewujudkan peradaban yang ditandai dengan adanya konstitusi.Le Bon menyebutkan sejumlah faktor yang menjadi menyebab terjadinya kerumunan :
1.Karena terbiasa bersama dengan banyak orang.maka individu yang semula dapat mengendalikan nalurinya, kemudian memperolehperasaan kekuatan luar biasa yang mendorongnya untuk tunduk pada dorongannaluri,karena seakan–akan telah terlebur dalam kerumunan sehingga menjadi anonym( tidak dikenal) maka rasa taanggung jawab yang semula mengendalikan individu punlenyap.
2.Penularan (contagion) sebagai suatu gejala hipnotis.Individu yang telah tertular oleh perasaaan dan tindakan orang lain itu kemudianmampu mengorbankan kepentingan pribadinya demi kepentingan bersama.
3.Sugesbility.Dalam kerumunan individu mudah dipengaruhi, percaya, taat, ia seakan –akan telahterhipnotis. Menurut Le Bon dalam kerumunan seorang pengecut dapat berubahmenjadi pahlawan, seorang kikir dapat berubah menjadi demawan, dan seorang yang jujur dapt berubah menjadi penjahat .


 FAKTOR PENENTU PERILAKU KOLEKTIF : TEORI SMELSER

Menurut Smelser, factor penentu perilaku kolektif adalah :
1. Structural conducineness.Factor sturuktur situasi social yang menurutnya memudahkan perilaku kolektif.Sebagian dari factor ini merupakan kekuatan alam yang berada di luar kekuasaanmanusia; namun sebagian merupakan factor yang teerkait dengan ada tidaknyapengaturan melalui institusi social.
2. Ketegangan Struktural (sturuktural strain)Semakin besar ketegangan structural, semakin besar pula peluang terjadinyaperilaku kolektif. Kesenjangan dan ketidakserasian antar kelompok social, etnik,agama dan ekonomi yang bermukim berdekatan, misalnya membuka peluang bagiterjadinya berbagai bentuk ketegangan.

3. Berkembang dan menyebarnya suatu kepercayaan umum (growth and spread of ageneralized belief)

GERAKAN SOSIAL

Gerakan social, di pihak lain, ditandai dengan adanya tujuan jangka panjang, yaitu untukmengubah ataupun mempertahankan masyarakat atau institusi yang ada di dalamnya.Giddens (1989)dan Light, Keller dan Calhoun (1989) menyebutkan cirri lain gerakan social, yaitupenggunaan cara yang berada di luar institusi yang ada. Berbagai gerakan social memang memenuhicriteria ini ; gerakan mahasiswa di Indonesia pada tahun 1966, gerakan mahasiswa Amerika menentangperang Vietnam, gerakan mahasiswa Tiongkok di Tienanmen, gerakan Green Peace memang seringberada diluar institusi yang ada.Karena keanekaragaman gerakan social sangat besar, maka berbagai ahli sosiologi mencobamengklasifikasikannya dengan menggunakan criteria tertentu. David Aberle, misalnya denganmenggunakan criteria tipe perubahan yang dikehendaki (perubahan perseorangan atau perubahansocial)dan besarnya perubahanyang diinginkan (perubahan untuk sebagian atau perubahanmenyeluruh).Tripologi aberle adalah sebagai berikut :
Alternative movement ialah gerakan yang bertujuan mengubah sebagian perilaku perseorangan.Dalam kategori ini dapat kita masukkan berbagai kampanye untuk mengubah perilaku tertentu,seperti misalnya kampanye agar orang tidak merokok, tidak minim minuman keras, dan tidakmenyalahgunakan zat.

Redemptive movement ialah perubahan menyeluruh pada perilaku perseorangan. Gerakan inikebanyakan terdapat di bidang agama, misalnya perseorangan diharap untuk bertobat danmengubah cara hidupnya sesuai dengan ajaran agama.

Revormative movement ialah yang hendak diubah bukan perseorangan melainkan masyarakatnamun ruang lingkup yang hendak diubah hanya segi-segi tertentu masyarakat, misalnyagerakan kaum homoseks untuk memperoleh pengakuan terhadap gaya hidup mereka, ataugerakan kaum perempuan untuk memeperjuangkan persamaan hak dengan laki-laki.

Transformative movement ialah gerakan untuk mengubah masyarakat secara menyeluruh.Gerakan kaum khmer (Khmer Rouge) untuk menciptakan masyarakat komunis di Cambodia,suatu proses dalam mana seluruh penduduk dipindahkan ke desa dan lebih dari satu juta orangCambodia kehilangan nyawa mereka karena di bunuh kaum Khmer Merah.

 Apabila gerakan social bertujuan mengubah institusi dan stratifikasi masyarakat, maka gerakan tersebutmerupakan gerakan revolusioner (revolutionary movement). Revolusi social merupakan suatutransformasi menyeluruh tatanan social, termasuk di dalamnya institusi pemerintah dan systemstrativikasi.Menurut Giddens, suatu revolusi harus memenuhi tiga criteria :
Melibatkan gerakan social secara masal
Menghasilkan proses reformasi atau perubahan, dan
Melibatkan ancaman atau penggunaan kekerasan.Dengan demikian, menurut Giddens, revolusi perlu dibedakan dengan kudeta
(coup d’etat) dan
pemberontakan, karena menurutnya kudeta hanya melibatkan penggantian pimpinan dan tidakmengubah institusi politik sedangkan pemberontakan tidak membawa perubahan nyatameskipun melibatkan ancaman atau penggnaan kekerasan.Jika suatu gerakan hanya bertujuan mengubah sebagian institusi dan nilai, maka nama yang diberikanKornblum ialah gerakan reformasi (reformist movement). Gerakan yang berupaya mempertahankannilai dan institusi masyarakat disebut Kornblum gerakan konservatif (conservative movement).Suatu gerakan disebut gerakan reaksioner (reactionary movement) manakala tujuannya ialahuntuk kembali ke institusi dan nilai di masa lampau dan meninggalkan institusi dan nilai masa kini.Contoh yang diberikan Kornblum ialah gerakan Ku Klux Klan di Amerika Serikat.

FAKTOR PENYEBAB GERAKAN SOSIAL
James davies mengemukakan bahwa meskipun tingkat kepuasan masyarakat meningkat terus,namun mungkin saja terjadi kesenjangan antara harapan masyarakat dengan keadaan nyata yangdihadapi kesenjangan antara pemenuhan kebutuhan yang diinginkan masyarakat dengan apa yangdiperoleh secara nyata. Kesenjangan ini dinamakan deprivasi relative.Sejumlah ahli sosiologi lain berpendapat bahwa deprivasi tidak dengan sendirinya akanmengakibatkan terjadinya gerakan social.

Menurut mereka perubahan social memerlukan pengerahan sumber daya manusia maupunalam (resource mobilization). Tanpa adanya pengerahan sumber daya suatu gerakan social tidak akanterjadi, meskipun tingkat deprivasi tinggi. Keberhasilan suatu gerakan social bergantung, menurutpandangan ini, pada factor manusia seperti kepemimpinan, prganisasi dan keterlibatan, serta factorsumber daya lain seperti dana dan sarana.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar